Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)…

Latest

Blog Saya Resmi Pindah ke http://mozuqi.com


Sebagai lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, serta setelah mengulik-ngulik blog saya di http://mozuqi.com dan akhirnya bisa mengekspor tulisan-tulisan dari blog wordpress ini ke blog tersebut, saat ini secara resmi saya menyatakan bahwa blog saya pindah ke sana. Blog di wordpress ini tidak akan saya hapus, tulisannya akan tetap saya update walaupun hanya sekedar copy-paste dari blog saya yang baru. Jadi mungkin, untuk beberapa tulisan, sudut pandang tulisannya akan terkesan agak aneh.

Tulisan ini akan saya buat sticky agar selalu ada di halaman depan blog wordpress ini.

Oke, terima kasih atas perhatian dan dukungan teman-teman yang suka mengunjungi blog saya ini, ke depannya bisa langsung mengakses via http://mozuqi.com.

Sincerely yours,

Mohammad Zulkifli Falaqi

http://mozuqi.com

Advertisements

Persiapan Migrasi Blog

Beberapa hari yang lalu, salah satu isu yang mencuat di berbagai media, terutama media online adalah sikap para wakil kita (DPR) di negeri tetangga kita, yakni Australia. Dari sekian hal yang tidak disukai oleh kebanyakan orang mengenai anggota DPR, pada kasus tersebut terlihat bahwa DPR, dengan anggaranya yang sangat besar, masih menggunakan email gratisan. Ya, gratisan. Seperti email umumnya yang dimiliki masyarakat biasa seperti saya, yahoo, gmail, dan sebagainya.

Helooo, mereka tuh anggota DPR gitu, wakil rakyat, secara personal memiliki pendapatan yang tinggi (entah dari mana pun), dan secara kenegaraan, mereka (seharusnya) menjadi orang-orang yang terhormat. Masa tidak punya email resmi? Apa karena takut disangka pemborosan anggaran? Padahal untuk punya email berdomain sendiri dan/atau web berdomain sendiri hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari Rp 100.000 dalam setahun. Bagi yang memiliki gadget blackberry, uang sebesar ini tampaknya cukup murah, karena setara dengan rata-rata biaya langganan data per bulan.  Oke lah, latar belakang permasalahan (baca: migrasi blog) cukup sampai di sini.

Lalu, bagaimana caranya bisa memiliki personal web & email berdomain sendiri dengan biaya kurang dari Rp 100.000? Inilah yang rencananya akan saya lakukan, dengan syarat harus migrasi dari blog wordpress tercinta satu ini. Memang belum 100% rampung. Namun, teman-teman bisa mengunjungi (calon) blog saya yang baru di alamat http://mozuqi.com. Keren kan nama blog nya? Singkat dan terkesan bonafid, hehe. Selain itu, saya juga mempunyai personal email dengan domain sendiri juga, yakni admin@mozuqi.com (buka http://mail.mozuqi.com), sebagai email resmi sementara, saya udah punya akun baru yakni “mailme@mozuqi.com”. Lebih keren lagi kan? haha. Padahal ini hanya memanfaatkan google apps lho.

Jadi, dengan latar belakang seperti pada paragraf 1, saya membuat personnal blog dan email dengan menggunakan domain sendiri (mozuqi.com), dengan biaya yang dikeluarkan hanya Rp 85.000 untuk membeli domain.

Lalu apa sih tujuan saya membuat blog dan email dengan domain pribadi?

Sejujurnya saya merasa panas ketika mendengar anggota DPR di Australia yang seperti diberitakan di berbagai media. Di sini saya ingin membuktikan, dengan hanya sedikit niat, kemauan berpikir, dan kemauan ngulik, saya bisa membuat blog dan email dengan domain saya sendiri. Tentunya dengan biaya seminimal mungkin, hehe. Lalu, jika kelak saya berkesempatan untuk bertemu dengan pejabat pemerintahan atau anggota DPR, saya ingin bertukar kartu nama, dan tentunya di kartu nama saya tertulis email dan blog/web dengan domain saya sendiri. 😀

Sesuai dengan judul, sekarang saya sedang melakukan persiapan migrasi ke blog saya yang baru. Sayang sekali saya harus meninggalkan wordpress (untuk alasan detilnya nanti saya jelaskan lebih rinci), padahal saya sudah nyaman dengan antarmuka yang dimiliki wordpress. Ya sudahlah, ini berarti saya akan belajar sesuatu yang baru. Sekarang saya sedang ngulik-ngulik gimana caranya tulisan-tulisan dan komentar di blog ini bisa diekspor ke blog saya yang baru.

Sebagai penutup, saya ingin menuliskan kutipan super yang cocok untuk keadaan dini hari ini.

Semua hal yang besar bermula dari mimpi.

Mimpi dimulai dari tidur, jadi mari kita segera tidur…

Friendster, jejaring sosial pertama saya

Barusan saja saya tidak tahu kenapa tiba-tiba terpikir untuk membuka salah satu jejaring sosial yang menjadi kurang populer akhir-akhir ini, friendster. Saya mengenal jejarnig sosial satu ini ketika kelas 1 SMA – sekitar tahun 2004 atau 2005. Saya masih ingat shortlink untuk profil friendster saya, email, dan password yang saya gunakan untuk akun friendster ini. Ketika membuka profil diri saya, saya tersenyum karena merasakan ada sesuatu yang lucu, haha. Nama yang saya gunakan untuk profil di friendster tentu saja bukan nama asli, tapi nama samaran yang kalo saya tetap gunakan untuk akun facebook pasti akan dikatakan ababil alay, haha. Untungnya, memang rata-rata pengguna friendster menggunakan nama ‘alay’ untuk profil friendster mereka, hehe.

Kalo ada yang mau ngeadd frienda ato ngasih testi di friendster saya, silahkan klik di sini. Yah tapi mungkin baru saya approve beberapa tahun yang akan datang. haha.

Profil Friendster Saya

Nama profil friendster saya seperti itu karena terinspirasi dari komik 21 century boys, yang ketika saat itu (kelas 1 SMA) saya senang membacanya. Ada salah satu dialog yang menyebutkan kalimat “…kita membutuhkan superhero penyelamat dunia…”, haha.

Oia, saya berhenti aktif menggunakan friendster sejak tingkat 1 kuliah akhir (sekitar kuartal 1 2008) dan mulai menggunakan facebook di tingkat 2 awal (sekiat kuartal 3 2008).

Sejuta Inspirasi dari #FIM10

Tepat seminggu yang lalu saya berangkat menuju Taman Wiladatika Cibubur untuk menghadiri acara Forum Indonesia Muda (FIM) 10 yang tahun ini yang membawa judul “Leadership Lifeskill Training featuring Entrepreneurship”. Saya mengikuti acara ini karena diajak oleh salah seorang teman sejurusan saya, Rio. Namun sayang sekali teman saya itu tidak lolos seleksi mengikuti acara ini. Apa itu FIM? Saya sendiri tidak banyak memperoleh informasi mengenai FIM ini sebelumnya. Saya belum tahu apa itu FIM, siapa saja orang-orang yang berada di belakang layar FIM ini, dan apa saja yang dilakukan oleh FIM saya tidak tahu.

Bahkan, karena acara FIM 10 ini berlangsung selama 4 hari, dari Kamis 28 April hingga Minggu 1 Mei, sempat terbesit dalam pikiran saya rasa malas untuk mengikuti acara ini karena berarti harus meninggalkan salahsatu kuliah di hari Kamis yang sangat disayangkan bila ditinggalkan. Untungnya, bersama teman-teman peserta FIM10 dari Bandung yang dimotori oleh Ibam, saya lumayan banyak berdiskusi mengenai FIM dan FIM10. Dari obrolan pertama para peserta FIM 10 Bandung, saya menangkap bahwa FIM merupakan suatu organisasi yang luarbiasa dan sangat dinantikan. Saya melihat hal itu dari beberapa orang yang menyatakan bahwa FIM 10 ini adalah FIM yang sangat dinantikan karena FIM-FIM sebelumnya dia tidak lolos seleksi atau ada halangan lainnya. Okelah, saya sedikitnya terbayang FIM itu makhluk seperti apa.

Selanjutnya, tba-tiba ada salah seorang teman dari FIM Bandung memasukkan saya ke grup facebook FIM10. Grup ini berisi peserta-peserta FIM10 dan beberapa panitia penyusup. Di grup ini saya melihat sesuatu yang luar biasa lagi. Beberapa peserta yang berasal dari luar Pulau Jawa seperti Makassar terlihat begitu bersemangat dan tidak sabar untuk mengikuti FIM10. Saya melihat besarnya semangat saudara saya dari Makassar yang tidak bisa dibandingkan dengan saya yang berdomisili cukup dekat dengan lokasi acara FIM10, menunjukkan besarnya sebuah FIM. Saya rasa itu cukup untuk menggambarkan apa itu FIM dan mengapa saya harus bersemangat mengikuti FIM.

Pada saat hari-H, ketika tiba di lokasi kegiatan FIM, saya merasakan sendiri apa itu FIM. Dimulai dari bertemu dengan berbagai macam makhluk (tapi semua manusia lho) dari latar belakang yang berbeda hingga sharing pengalaman dan wawasan dari teman-teman tersebut. Walaupun acara dimulai dari hari Kamis, rombongan dari Bandung tiba di lokasi pada Rabu malam, sekitar jam 11 malam, sehingga sebelum acara benar-benar dimulai kami bisa berinteraksi dengan peserta-peserta dari daerah lain yang telah datang di hari itu juga. Esoknya, hari Kamis, acara FIM dimulai. Suasana dan materi yang diberikan di FIM sungguh menginspirasi. Saya pikir jika diungkapkan dalam tulisan blog, tidak bisa diungkapkan dalam satu tulisan (artikel) saja. Seperti judul tulisan ini, sejuta inspirasi dari #FIM10, ada banyak inspirasi yang saya dapatkan dan akan saya share dalam blog saya ini. Walapupun mungkin tidak akan benar-benar dalam sejuta tulisan, hehe. Konsultan Manajemen.

Secara garis besarnya, dari kegiatan FIM10 ini saya mendapatkan inspirasi mengenai kepemimpinan, entrepreneurship, nasionalisme, kreativitas, ekonomi makro, dan sebagainya. Inspirasi tersebut saya dapatkan dari tokoh-tokoh pengisi materi yang super keren, kakak-kakak senior di FIM, dan tentu saja kawan-kawan dari penjuru tanah air yang tidak kalah keren. Saya akan membuat tulisan lanjutan yang lebih rinci mengenai inspirasi-inspirasi yang saya dapatkan itu.

So, stay tune in my blog. Nantikan tulisan-tulisan saya selanjutnya. V^^ Read the rest of this page »

Tergiur dengan theme blog baru

Pada saat membuka dashboard blog saya, saya melihat ada wordpress.com announcement yang menyatakan ada tema baru bernama “Fresh News“. Beberapa hari yang lalu juga saya melihat ada theme yang baru dirilis bernama “Mystique“. Hmmm, saya tergiur melihat kedua theme tersebut. Haruskah saya mengganti theme blog saya saat ini? Kalo ganti, lebih bagus “Fresh News” atau “Mystique” ya?

"Fresh News" theme

"Mystique" theme

Update:

haha, ternyata theme “fresh news” tidak gratis alias premium. Oke pertanyaannya jadi apakah lebih baik jika saya mengganti theme blog saya saat ini (modularity lite) menjadi theme “Mystique”?

Konsultan Manajemen

  1. Jika Anda mencari konsultan manajemen yang handal, saya memberi saran untuk mengunjungi situs PT. LETMI ITB. Berbagai layanan pelatihan dan konsultan manajemen ditawarkan oleh PT. LETMI ITB. PT. PLN (Persero) adalah salah satu kliennya, klien lainnya dapat dilihat di situs resmi PT. LETMI ITB.

Ambigram

Ambigram adalah suatu desain tipografi (tulisan) yang bisa diputar 180 derajat, namun tetap terbaca sebagai suatu tulisan yang sama jika tidak diputar. Wikipedia mendefinisikan ambigram sebagai berikiut.

An ambigram is a typographical design or art form that may be read as one or more words not only in its form as presented, but also from another viewpoint, direction, or orientation. The words readable in the other viewpoint, direction or orientation may be the same or different from the original words.Douglas R. Hofstadter describes an ambigram as a “calligraphic design that manages to squeeze two different readings into the selfsame set of curves.” Different ambigram artists (sometimes called ambigramists) may create completely different ambigrams from the same word or words, differing in both style and form.

Yah, intinya adalah tulisan tersebut bisa dibaca dari bawah ataupun dari atas dengan arti yang sama. Saya juga tertarik untuk membuat ambigram. Ambigram yang saya buat bertuliskan “tivi”. Tivi adalah nama band amatir (haha) salah satu teman saya, Faizal. Berikut ambigram yang saya buat. Mohon maaf jika masih amatir juga. 😀

Ambigram